Bab 89 - Ayah Tiri

1199 Kata

Telepon Aurora kembali berdering, memecah keheningan malam. Ia melirik layar ponselnya. Nama Nenek tertera di sana. Aurora menarik napas panjang sebelum menggeser tombol hijau. “Halo, Nek…,” suaranya terdengar pelan. “Aurora di mana, Nak? Dari tadi Nenek kepikiran. Sudah jam segini kamu belum juga pulang,” suara Nenek terdengar hangat, tapi penuh kekhawatiran. Aurora menelan ludah. “Aurora lagi di rumah Mamah, Nek. Aman… Nenek jangan khawatir.” Di seberang sana terdengar helaan napas lega. “Syukurlah. Kamu kenapa nggak pulang ke rumah Nenek? Kenapa kembali ke sana lagi?” Aurora terdiam sesaat, lalu menjawab jujur sebatas yang ia mampu. “Aurora cuma mau ambil barang Aurora yang tertinggal di sini, Nek. Besok… Besok Aurora janji pulang ke rumah Nenek.” “Benar ya? Jangan bohong sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN