Aurora turun dari angkutan umum dengan langkah perlahan. Menahan hembusan angin yang membawa aroma pagi kampus. Tangannya yang sempat terluka kini sudah jauh lebih baik. Masih terasa sedikit ngilu, tapi tidak lagi menusuk seperti beberapa hari lalu. Ia merapikan ujung lengan kemejanya. Memastikan perban tipis itu tidak terlihat mencolok. Lingkungan kampus terasa berbeda setelah beberapa hari ia absen. Suara mahasiswa yang bercakap-cakap, deru motor yang keluar-masuk gerbang, dan langkah tergesa para Dosen membuatnya sempat terpaku sejenak. Ada perasaan asing seolah ia kembali ke dunia yang sempat terputus dari dirinya. Aurora menarik napas panjang. Aroma rumput basah dan kopi dari kantin terbawa ke hidungnya. Menenangkan kecemasannya sedikit demi sedikit. Ia lalu melangkah melewati gerba

