“Iya,” jawab Aurora pelan. “Ada seseorang… Yang penting.” “Siapa?” wajah Gresa menegang sedikit, khawatir. “Pelaku yang menusuk lu? Atau orang yang lu ceritain dulu?” “Bukan. Bukan itu.” Aurora menggeleng, meski kebingungan masih penuh di matanya. “Bukan. Dia… Seseorang yang ingin ketemu gue. Dia bilang ada hal penting yang harus dia jelasin.” Gresa semakin bingung. “Kok kedengarannya serius banget? Lu bikin gue makin penasaran, Ra. Lu pasti lagi kena masalah besar, kan?” Aurora menggenggam tali tasnya erat. Berusaha menahan getaran di tangannya. “Gue cuma… Gue nggak tahu harus jelasin gimana. Gue juga masih bingung.” Gresa menghela napas. Kemudian meletakkan kedua tangannya di bahu Aurora. Tatapannya lembut, namun tegas. “Dengarin gue. Apa pun yang lu hadapi sekarang, lu

