Aurora yang sejak tadi merasa ada yang ganjil, akhirnya melangkah keluar rumah. Ia membuka pintu pelan. Rasa penasarannya mengalahkan rasa nyeri di tangannya. Di halaman kecil itu, ia melihat Nenek berdiri dengan wajah tegang. Sementara Dokter Jasmine tampak mematung beberapa meter dari pintu. “Nek… Ada apa? Bukannya Dokter sudah mau masuk?” tanya Aurora. Suaranya bingung, matanya berpindah dari Nenek ke Dokter. Nenek langsung menoleh cepat, sedikit panik. “Aurora, masuk. Ini bukan urusanmu. Ayo, masuk sekarang.” Aurora mengernyit. “Tapi kenapa? Ada apa, Nek? Dokter… Ada apa sebenarnya?” Sebelum Nenek sempat menarik Aurora kembali, suara Jasmine pecah penuh kecemasan dan rasa bersalah yang meledak. Ia melangkah maju. Tak peduli pada tatapan tajam Ibunya. “Aurora! Tunggu!” Aurora t

