Hari telah berganti. Langit masih menyimpan sisa warna malam yang perlahan memudar di tepi timur. Udara pagi terasa lembut, membawa aroma embun dan daun yang baru tersentuh cahaya matahari pertama. Di jalan kecil yang mulai ramai, seorang perempuan melangkah dengan langkah tergesa namun pasti. Ransel tersandang di bahunya, wajahnya memantulkan cahaya keemasan yang menembus sela pepohonan. Di balik lelah yang belum tuntas, ada semangat yang ia pelihara. Tentang mimpi, tentang tanggung jawab, tentang perjalanan yang tak bisa ditunda. Kampus menantinya lagi. Seperti setiap pagi yang menandai awal babak baru dari hari yang terus berganti. Tidak ada yang istimewa, tapi di antara rutinitas itu, ada keindahan kecil. Kesadaran bahwa setiap pagi adalah kesempatan baru untuk melanjutkan cerita. Ti

