Denisa melangkah cepat mendekati Callista dengan wajah kesal. Membuat Callista yang masih shock karena tuduhan Bima hanya bisa menatapnya tanpa ekspresi. “Emang enak ya dituduh, padahal lu bukan pelakunya?” ucap Denisa tajam, tanpa salam, tanpa basa-basi. Callista mengerutkan kening. “Apa maksud lo ngomong begitu?” Denisa mendengus kecil. “Baru dituduh sekali aja lu udah panas. Aurora ditusuk, dan semua orang langsung nunjuk lu. Rasanya nggak enak kan?” Callista mengepalkan tangan. Rasa malu, marah, dan terluka bercampur jadi satu. “Lu pikir gue pelakunya juga?! Gue udah bilang, gue bukan pelakunya!” Denisa menatapnya sebentar, seolah ingin mengatakan sesuatu lagi. Tapi ia hanya mendecak dan berbalik badan. “Percuma ngomong sama lo. Gue cuma mau bilang, karma itu muter, Lis.”

