Bab 20 - Terpaksa Jadi Saksi

1090 Kata

Seorang mahasiswi perempuan melangkah cepat ke dalam ruang Dosen. Tanpa sempat mengetuk pintu. Wajahnya tegang, namun matanya menunjukkan keberanian yang bulat. Rambutnya sedikit berantakan karena tergesa. Napasnya masih tersengal. Di hadapan Dosen yang terkejut, ia berdiri tegak. Menatap langsung ke arah Dosen yang sedang menegur Aurora. ”Denisa?” ucap Aurora terkejut. ”Aurora ga salah Bu. Sebenarnya yang salah adalah Callista. Callista yang memulai semuanya, Bu. Dia yang sebenarnya menjabak rambut Aurora. Dia juga yang bully Aurora dengan kata-kata kasarnya. Aurora cuma membela dirinya sendiri, Bu. Kalau saya jadi dia, saya juga pasti akan melakukan apa yang Aurora lakukan, Bu.” Dengan suara yang bergetar tapi tegas, ia berkata bahwa Aurora tidak bersalah. Mencoba menjelaskan keadaan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN