Dari kejauhan Gresa juga duduk di salah satu bangku kantin kampus. Matanya tak lepas menatap dua sosok di kejauhan. Sahabat perempuannya, yang selama ini selalu bersamanya dalam suka dan duka, kini tampak terlihat dekat dengan seseorang yang tak pernah ia sangka. Denisa. Senyum Aurora terlihat tulus, begitu alami, seolah tak ada jarak yang memisahkan diantara mereka berdua. Padahal baru beberapa hari lalu Aurora mempunyai masalah dengannya. Di d**a Gresa muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Campuran bingung, kecewa, dan sedikit cemburu. Ia berusaha menenangkan diri, meyakinkan hatinya bahwa sahabatnya bebas berteman dengan siapa pun. Namun, bayangan kata-kata tajam, perselisihan, dan luka yang dilontarkan untuk Aurora oleh Callista, Denisa dan Aurum masih terbayang. Angin sore berhembu

