Bab 22 - Gara-Gara Mimpi

1148 Kata

Aurora tersentak kecil. Matanya terbuka perlahan. Ia menatap sekeliling. Sedikit bingung, lalu tersenyum malu sambil merapikan rambut dan tumpukan bukunya. Di wajahnya, ada campuran antara kantuk yang belum hilang dan rasa bingung dengan apa yang sudah terjadi dengannya. ”Iya, kenapa Bu?” tanya Aurora kepada Ibu penjaga perpustakaan di kampus. ”Kamu ketiduran di sini. Sebentar lagi perpustakaan tutup. Jadi lebih baik kamu siap-siap dan kembali pulang ke rumah. Hari juga sudah mulai gelap.” ”Oh saya ketiduran di sini ya, Bu? Maaf, Bu.” ”Iya, ga apa-apa. Lain kali kalo ngantuk jangan ke perpustakaan, tapi pulang ke rumah.” ”Iya, Bu.” Aurora berdiri, memeluk buku-bukunya ke d**a, dan melangkah keluar dari perpustakaan yang mulai sepi. Meninggalkan aroma kertas, sunyi sore, dan sedikit k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN