42. BELAJAR MERELAKAN

1120 Kata

Melihat Ivan yang sedang bersantai di ruang keluarga, ditemani sekaleng minuman soda, Ria memilih menghampiri putranya itu. Sekarang sudah hampir jam sebelas malam, tetapi belum ada tanda-tanda mengantuk dari wajah putranya. "Mama boleh gabung, Nak?" tanya Rina saat jarak antara dirinya dan Ivan kurang dari satu meter. Pemuda itu menoleh ke arah mamanya, dan mengangguk pelan. Tidak ada alasan untuk Ivan menolak kehadiran ibunya. "Mama juga belum tidur?" tanyanya kemudian. Rina menghela napas pendek. Ada banyak hal yang mengganggu pikirannya belakangan ini. Hal itu membuat jadwal tidurnya berantakan. "Mama nggak ngerasa ngantuk. Kemarin dokter Fadli sudah meresepkan obat untuk masalah tidur mama yang semakin buruk. Sepertinya, itu tidak terlalu berpengaruh." Ivan tahu tentang in

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN