"Harusnya dari dulu aku sama kamu saja, Rin. Ternyata kamu jauh lebih jago dibanding Luna," ucap Andre setengah berbisik. Tepat di telinga Karin, sahabat Luna yang sekarang menjadi teman ranjangnya. "Terus Luna gimana, Ndre? Aku nggak mau kalau sampai disalahin sama dia." Karin berkata dengan nada manja. Sekarang, wanita itu berbalik, dan membalas pelukan Andre. Mereka berdua masih bergelung di atas ranjang, tanpa busana, berbagi kehangatan di bawah selimut yang sama. "Sudahlah, Cantik. Kamu tidak perlu lagi memikirkan Luna. Dia sudah menendangku setelah aku bilang fasilitasku ditarik oleh orang tuaku. Aku jadi tahu, apa alasan dia bertahan denganku selama ini. Dia cuma mengincar hartaku saja." Andre semakin mendekap erat tubuh Karin. Seakan dia tidak ingin melepaskan wanita itu sebe