Luka lama 2

1147 Kata

"Apa kabar sayang?" Mamahnya Gara memeluk Anggia dengan hangat. "...Tante kangen sekali sama kamu." Anggia membalas pelukannya. "Anggi baik Tante, Anggia juga kangen banget sama Tante." Perlahan Mamahnya Gara melepaskan pelukannya, tangannya berpindah ke dua bahu Anggia. "Gara bilang, kamu mau nikah sama si Langit itu?" Mamahnya Gara terlihat tidak senang. "...Tante pikir, kamu mau sama Gara, anaknya Tante?" Kalau sudah begini. Anggia tidak bisa berkata apa-apa. Selain tersenyum bingung, "Sayang," Mamahnya Gara meraih tangannya Anggia. "...Tante enggak punya siapa-siapa. Enggak ada yang bakal jagain Tante nanti," Anggia membalas pegangan tangannya Mamahnya Gara, "Anggi pasti bakal sering ke sini Tan, Tante udah kaya mamah sendiri buat Anggi." Mamahnya Gara mengerti, meski dipaksakan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN