Hari pembalasan

1072 Kata

Malam semakin pekat, hanya ada sunyi dan nyanyian jangkrik yang bernyanyi. Hiasan langit mulai muncul, mereka seolah sedang berkonsfirasi agar bisa memberikan sinarnya lebih terang lagi kepada sepasang manusia yang saat ini tengah berada disebuah ruangan. Langit memang tidak main-main dengan permintaannya bahwa ia menginginkan Anggia untuk tidur dengannya malam ini. Dan anehnya gadis itu malah mengiyakan apa maunya. Gadis itu kini telah berada di sana, duduk di sofa dan menyandar padanya. Menatap hiasan langit malam di jendela kamarnya. Bahkan ia mematikan AC nya agar angin malam itu bisa masuk melewati jendela yang ia buka lebar-lebar. Anggia menyusup berbersembunyi dibalik selimut yang mereka pakai bersama. Tentu saja Langit yang meminta ide itu. Meski awalnya ia hanya sekadar untuk ke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN