Lyra membuka mata dengan napas tersengal-sengal. Degupan jantungnya terasa begitu cepat seakan hendak keluar dari rongga dadanya. “Ibu nggak apa-apa?” tanya suara dari arah sampingnya. Kini di tepi ranjang sudah ada sosok perempuan berparas ayu dengan rambut hitam panjang bergelombang. “Mimpi buruk, ya?” tanya perempuan itu lagu. Lyra tersenyum kecil seraya menganggukkan kepala. “Iya,” jawabnya. “Kasih ambilkan minum ya, buat Ibu. Tunggu sebentar.” Setelah itu Kasih pergi meninggalkan kamar Lyra untuk mengambilkan minum. Lyra menatap kepergian putri tunggalnya itu dengan perasaan resah. Lyra baru saja memimpikan rumah yang dulu pernah jadi neraka baginya. Lyra bermimpi berjalan menaiki tangga menuju arah kamarnya berada. Ketika menoleh ke bawah, Lyra melihat para pelayan yang bekerj
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


