Teriakan Esti membuat Lyra bergegas untuk menghampirinya. Lyra harus segera membungkam mulut Esti, sebelum ada orang yang mendengar teriakannya. Lyra takut jika ia kembali ditangkap lalu dibunuh oleh Adipati. Namun, sebelaum Lyra sempat membungkamnya, tiba-tiba saja Wiro muncul dari belakang Esti bersama dengan Kinarsih. “Pak, Nyonya di sini. Cepat tangkap!” kata Esti berlari ke arah Wiro. Wiro menganggukkan kepala. “Iya, Bi. Aku tahu,” balasnya dengan tenang seraya memegangi kedua bahu Esti. Kinarsih sendiri kini sudah bergegas menghampiri Lyra. Ekspresi wajahnya tampak khawatir ketika melihat Lyra berlumuran darah. “Apa Nyonya terluka?” tanya Kinarsih yang saat ini sudah berada di samping Lyra. Lyra menunduk untuk menatap telapak tangannya yang masih berdarah karena teriris pecaha

