Lyra mengobrak-abrik ruang kerja Dewangga, mencari surat kontrak perjanjian para pelayan di rumah ini. Ia mencarinya di setiap rak buku, lemari dan laci di ruang kerja ini. Namun, Lyra tidak menemukan surat kontrak itu di tempat-tempat tersebut. “Ada di mana?” gumam Lyra mulai panik. Lyra mulai mengamati sekitarnya. Matanya beralih dari satu rak ke rak yang lain, lemari satu ke lemari yang leain, mencari tempat yang masih belum dijamahnya. Lalu, Lyra berjinjit, mencoba melihat bagian atas lemari yang berada di dekat meja kerja Dewangga. Di atas lemari itu ada beberapa kardus yang entah berisi apa. “Semoga ada di sana,” gumam Lyra lagi penuh harap. Kemudian Lyra menarik kursi kerja Dewangga sambil meringis karena merasakan nyeri di kedua tangannya. Setelah itu, Lyra naik ke atas kurs

