Jika aku memiliki pilihan lain yang lebih mudah mungkin aku akan melepaskan gadis ingusan bernama Anggia itu. Sejujurnya ku akui dia cantik, calon dokter yang menggambarkan bahwa otaknya lumayan, dan dari caranya memberi salam ketika masuk ke dalam rumah sekalipun tidak ada yang menjawabnya, dia tergolong sopan. Tapi ada satu hal yang membuatku sedikit aneh, kenapa dia tidak terlihat seburuk yang Zia katakan. Melihat dari pendidikannya, cara berpakaiannya dan caranya berbicara serta ekspresinya yang terlihat tidak begitu ramah ketika bertemu denganku, sepertinya tidak mungkin jika dia gemar jalan-jalan menghabiskan uang dengan laki-laki. Kalau pembuat onar, aku rasa itu sedikit mungkin karena gadis itu sepertinya terlihat sangat kerasa kepala dan susah diatur. Tapi untuk cerita buruk lain