Max Leonard berjalan menyusuri koridor lantai 15 Anggara Putra Corporation dengan langkah yang tegak. Setiap langkahnya bergema di lantai marmer yang mengkilap, sama seperti dulu ketika ia masih menyandang status sebagai tuan muda Anggara. Namun kali ini, ia bukanlah lagi seorang putra mahkota yang berjalan dengan bangga di atas karpet merahnya. Sekarang, ia adalah predator yang kembali ke sarang lamanya. Di ujung koridor, terdapat pintu kayu jati dengan papan nama bertuliskan "Jody Anggara - Ruang Direktur". Max berhenti sejenak di hadapan pintu itu, tangannya memegang kartu akses yang diberikan Dani dengan erat. "Direktur ...," gumamnya dengan nada mengejek. "Bukankah seharusnya itu milikku?" Dengan satu gerakan cepat, ia menempelkan kartu akses ke sensor. Bunyi 'beep' pendek terdenga

