Bab 27. Dalang Dalam Permainan

1094 Kata

Di sebuah penthouse mewah di kawasan SCBD, Fernandez berdiri di balkon lantai 50 sambil memandang gemerlap lampu Jakarta yang mulai menyala satu per satu. Ponselnya baru saja ia letakkan di meja setelah percakapan dengan Max. Senyum tipis mengembang di bibirnya. Senyum seorang dalang yang melihat wayangnya bergerak persis sesuai dengan skenario yang telah ia tulis sebelumnya. "Bagaimana hasilnya?" Suara merdu itu datang dari belakang. Fernandez tidak perlu menoleh untuk tahu siapa yang saat ini tengah berbicara. Wanita berambut panjang bergelombang itu duduk santai di sofa kulit putih, segelas wine merah di tangannya. Gaun hitam yang ia kenakan melekat sempurna pada tubuh rampingnya, memancarkan aura elegan sekaligus misterius. "Max berhasil melampaui ekspektasi," jawab Fernandez sambi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN