Bab 44. Kesepakatan

1060 Kata

Dua pengawal bergegas untuk menemui Fernandez dengan langkah terburu-buru. Mereka tahu betul bahwa membawa kabar seperti ini sama saja dengan memasuki sarang singa yang tengah lapar. Pintu ruang kerja berukir mahoni itu terbuka pelan, memperlihatkan sosok Fernandez yang tengah duduk di belakang meja kerjanya yang megah. Pria paruh baya itu tampak sedang mempelajari beberapa dokumen penting sambil menghisap cerutu Kubanya. "Tuan," salah satu pengawal berdeham gugup. "Max meminta bertemu dengan Anda." Fernandez mengangkat kepalanya perlahan, matanya yang tajam langsung menusuk kedua pengawal di hadapannya. Asap cerutu mengepul di sekitar wajahnya yang keras. "Meminta?" ulangnya dengan nada dingin. "Seorang tahanan meminta?" "Dia ... dia bilang bosan dan ingin keluar, Tuan," tambah penga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN