Bab 48. Rencana Fernandez

1082 Kata

"Apa?" Ekspresi tidak percaya langsung tercetak jelas di wajah Dani Anggara. Dia berdiri dari tempat duduknya dengan mata melotot, menunjuk wajah Max dengan tangan yang bergetar. "Apa maksudmu?!" bentaknya keras. Ternyata sampai detik ini pun Dani belum menyadari jika lelaki yang ada di hadapannya adalah Rafael Anggara, putranya sendiri. Tujuh tahun berlalu telah mengaburkan ingatan akan wajah dari sang pewaeis tahta yang pernah dia buang. Nadine pun ikut berdiri dengan panik yang terpancar jelas di wajahnya. "Jangan macam-macam kamu!" serunya sambil mundur beberapa langkah. Max hanya memasang wajah dingin dan tersenyum kecil. Perlahan ia maju, mendekat dan dengan gerakan yang sangat tenang menurunkan tangan Dani Anggara yang masih menunjuk ke arahnya. "Tenanglah, Tuan," kata Max den

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN