Pagi itu, Max tidak berangkat ke kantor Apex seperti biasanya. Tubuhnya yang sudah pulih sempurna justru membawanya ke suatu tempat yang sama sekali tidak terduga oleh siapa pun, bahkan oleh Fernandez sekalipun. "Aku datang ...." Max berdiri di depan gerbang besi tinggi yang sudah sangat familiar di matanya. Rumah megah dengan taman yang terawat rapi, air mancur di tengah halaman, dan deretan mobil mewah yang terparkir di garasi. Iya, di sanalah dia berada sekarang. Di kediaman keluarga Anggara. Rumah yang pernah menjadi saksi ia tumbuh, rumah di mana ia pernah menjadi tuan muda ... yang terbuang. "Rafael harus hidup kembali tanpa membvnvh Max," gumamnya pelan sambil menatap bangunan yang pernah menjadi istananya itu. Max menghela napas dalam, kemudian menekan bel di gerbang dengan man

