Bab 16. Teror

1023 Kata

"Oke, DONE!" gumam Max seraya menutup sebuah kotak dan menghiasinya dengan sebuah pita hias di atasnya. Malam itu, Max duduk di kamar mewahnya sambil menyaksikan rekaman CCTV yang telah dia peroleh berkali-kali. Setiap detik dari 'pembunuhan' Rafael Anggara terekam dengan jelas. Mulai dari saat Nadine mengeluarkan pisau, mengancam, hingga menusukkan senjata itu ke d**a Rafael. Kualitas videonya sangat jernih, bahkan ekspresi kepuasan di wajah Nadine setelah melakukan aksinya dapat terlihat dengan sempurna. "Kamu telah menggali kuburanmu sendiri, wanita ibl1s," gumam Max sambil menyimpan file video tersebut ke beberapa cloud storage berbeda. "Sekarang saatnya membuat Nadine merasakan apa itu ketakutan sesungguhnya." Ponsel Max berdering. Sudah bisa dipastikan jika itu adalah panggilan d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN