Bab 17. Pertengkaran

1027 Kata

Nadine menatap kemeja Rafael dengan perasaan ngeri yang luar biasa. Tangannya masih bergetar hebat, dan keringat dingin mulai membasahi keningnya. "Dani, kumohon," suara Nadine bergetar. "Buang kemeja itu. Lihat, ada lubang di bagian dadanya. Ini pasti hanya lelucon jahat dari seseorang yang ingin mengganggu keluarga kita." Tapi Dani justru berjongkok dan mengangkat kemeja itu dengan hati-hati, matanya meneliti setiap detail dengan seksama. Lubang di bagian d**a kemeja itu memang terlihat jelas, dikelilingi oleh noda merah kering yang menggelap. "Tidak!" kata Dani tegas. "Aku akan membawa ini ke kantor polisi. Mungkin ini adalah petunjuk dimana aku bisa menemukan Rafael yang selama ini menghilang." Kata-kata 'kantor polisi' terasa seperti sebuah kutukan di telinga Nadine. Jantungnya be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN