“Aku takut ceritaku akan buat kamu pergi tinggalin aku,” lirih Devian. Dari beberapa waktu berpikir kata pertama yang dikeluarkan oleh Devian adalah tentang ketakutanya itu. Daisy tersenyum lalu memeluk Devian sejenak, kemudian menggenggam tangan Devian kembali dan mengelusnya. “Apa lukanya sebesar itu?” tanya Daisy lembut dan Devian menganggukkan kepalanya. “Mau dijawab lain kali?” tanya Daisy lagi membuat Devian terdiam. “Bagaimana kalau setelah mendengar itu kamu akan berubah pikiran? Kamu ak—“ “Aku janji nggak akan pergi hanya karena mendengarkan tentang luka kamu itu. Luka kamu nggak akan buat aku pergi, aku janji. Aku akan bantu kamu untuk mengobati luka kamu itu,” tegas Daisy berusaha meyakinkan Devian. “Mama yang kamu tahu di rumah itu bukan Ibu kandungku,” kata Devian akhirny

