“Iya, kamu benar,” jawab Daisy pada akhirnya. “Brenggsek, kamu serius?” desis Devian. Wajahnya mengeras, tangannya terkepal. Sorot mata tajam penuh kebencian kali ini terpancar di wajah Devian dan itu membuat Daisy sangat takut. “Makanya itu aku pergi dari rumah kamu, aku takut Mas. Itu sangat menakutkan buatku. Papa kamu menyeramkan, Papamu menyakitiku. Aku terluka, aku sakit Mas. Aku nggak suka, aku nggak mau diperlakukan seperti itu. Aku nggak terima, kamu nggak tahu rasanya jadi aku gimana. Papa kamu gila, Papa kamu itu ba—“ Daisy tak lagi bisa menyelesaikan kalimatnya karena ketika mengingat hal itu membuatnya trauma. Daisy menangis dan Devian langsung saja memeluk Daisy dengan erat. “Jangan mengingatnya lagi, aku akan buat dia menyesal sudah lakukan itu sama kamu. Aku janji akan

