"Gigi kamu bisa kering kalau senyum terus begitu." Debora melirik Erik yang sejak tadi terus merenges menatap bayi mereka, keadaan Debora makin membaik meskipun masih belum bisa keluar rumah sakit tapi sekarang Debora bisa pergi bebas menjenguk anaknya dengan kursi roda. "Cantik dan Tampan ya." Debora menghela napas lelah, "iya aku tau, tapi gak perlu terus diulang begitu." Capeknya karena Erik sudah mengatakannya lebih dari sepuluh kali. "Gimana aku bisa gak ulang-ulang terus kalau setiap lihat mereka rasanya aku seneng banget, mereka anak kita loh sayanggg." "Justru kalau anak orang lain bahaya." Ceplos Debora sudah beneran lelah, Erik tidak peduli dan terus menatap bayi kembar yang berada di dalam tabung inkubator itu, wajah bayinya sudah lebih terlihat jelas ketimbang saat awal lah