"Air ketuban Ibu sudah pecah, terpaksa akan dilakukan persalinan." Mendengarnya membuat jantung Erik berdetak luar biasa kencang, raut wajahnya pun sangatlah tegang. "T-tapi bayi saya belum waktunya lahir." "Iya terpaksa bayi akan lahir secara prematur." Keringat dingin makin membanjiri wajah Erik, apalagi saat melihat istrinya yang sedang mengerang tak karuan di atas brankar membuatnya benar-benar cemas. Dokter perempuan itu berjalan mendekati Debora, mengecek sudah pembukaan berapa, melihat wajah resah dokter itu makin membuat Erik ketakutan. "Ada apa dengan istri saya?" tanya Erik menuntut. Dokter itu melenguh pelan, "sepertinya harus dilakukan operasi caesar melihat keadaan si Ibu, apalagi bayi kalian kembar risikonya akan sangat besar jika persalinan normal." Erik menelan ludah