Pemuda yang sedang menggendong bayi itu berdiri di dalam mobil yang terparkir tak jauh dari rumah megah di depannya, seulas senyuman tipis terbit ketika mengingat masa lalunya yang pernah bekerja di rumah itu. "Ngeaahh.." Rangga tersentak, menatap bayi digendongannya yang sedang menguap, tanpa sadar ia jadi terkekeh geli melihat tingkah menggemaskannya. "Apa semua bayi selucu ini ya?" gumamnya mengusap pipi bulat kenyal bayi itu dengan jari telunjuknya. Padahal hanya dua harian ia menemani bayi ini tapi ia sudah seperti tak rela melepaskannya. "Jangan-jangan begini rasanya jadi Ayah." Gumamnya hanya mampu tersenyum pahit, ia jadi merasa sangat jahat karena sudah berusaha merebut Ibu bayi ini dari suaminya, kenapa dulu ia tidak pernah memikirkan tentang nasib anak Debora. Hah ... Rangg