Pijakan kaki yang sekuat tekad hati apakah akan mampu belokkan guliran roda nasib yang telah ditentukan? ....... Jovan dan Dila menatap bulat-bulat ke wajah tuan muda mereka. Menerka-nerka kiranya apa yang akan ia utarakan selanjutnya. ”Ada sesuatu yang harus saya lakukan di luar. Dan saya tidak bisa menunggu lebih lama hanya karena alasan tidak penting begitu. Biarkan saya pergi! Jangan katakan apa pun ke Mama! Dan akan saya beri apa pun yang kalian inginkan,” ucap anak remaja ”ababil” itu dengan pandangan mata penuh keyakinan. Dua orang dewasa di depannya. Yang sudah mengenal si tuan muda kedua sejak masih sangat belia. Sedikit demi sedikit merasa bahwa k*******n hati mereka rapuh karena pandangan matanya. ”Kami tidak membutuhkan apa pun,” respon Jovan. Dila menyambung, ”Pastikan

