Binar bahagia seketika berubah jadi binar tidak percaya. Apakah memang ada cahaya di balik setiap nestapa manusia? Atau jangan-jangan semua itu hanya imajinasi belaka? Yang mana, ya? ....... Keduanya pun masuk ke dalam rumah Elan. Tiba-tiba Asa mengingat sesuatu, "Aahh, pinternya gue mau diajak nginep di rumah orang tanpa membawa perlengkapan apa pun," ucapnya. Elan mempersilahkan Asa duduk di sofa ruang tamu. Ia berkata, "Di sini ada banyak handuk. Beberapa sikat gigi. Pakaian mandi. Baju untuk tamu yang terdiri dari delapan buah celana panjang rumahan dan delapan buah kaus. Ah, tapi gak ada yang lengan panjang," sesal Elan. Asa memandang wajah adiknya tak percaya. "Lu ini pengen nyiapin rumah buat pengungsian apa gimana?" tanyanya. "Prepare, Kak, prepare," jawab Elan sambil menyiap