Padahal sudah dibacakan ayat suci beserta segala macamnya yang ia percaya mampu menghalau keberadaan makhluk "lembut". Namun, kenapa rasa takut belum enggan beranjak dari hati? Siapa yang sebenarnya datang kali ini? Apakah seseorang... atau sesuatu yang bisa lebih mengerikan dari Mbak Koentie? ....... Sebuah sosok yang ia harap bisa ia lupakan seluruh eksistensinya. Bagaikan hembusan badai yang terus memorakporandakan seluruh kehidupannya. "Tolong dibuka dong, Bu Asa. Anda ini kelamaan buat orang merasa putus asa juga, ya. Saya capek, nih! Baru kembali dari kantor. Langsung datang ke sini dipencet bel pintunya berulang kali tidak membuka juga. Saya tau Anda masih bangun!" pinta si pengetuk mulai meninggikan oktaf suaranya. Dengan berat hati wanita itu pun beranjak membuka pintu aparte