“Kamu juga hebat, Contessa. Jangan melihatku terlalu tinggi. Karena bisa jadi, dirimu sendiri adalah impian perempuan-perempuan di luar sana.” Kata-kata Isabella bijaksana, tapi bagi Contessa, terdengar terlalu sophisticated. Terlalu sempurna. Dan itu justru membuatnya semakin penasaran—dan semakin ingin bersaing, diam-diam. Setelah pertemuan itu usai, Contessa pergi dengan dua pengawalnya yang selalu setia membuntuti. Namun, Isabella—dengan instingnya yang tajam—menyadari bahwa tidak semua orang dalam tim Contessa ikut pergi. Beberapa di antaranya tetap tinggal, mengawasi setiap gerak-geriknya dengan samar. Mereka bertugas memantau Isabella, dan itu jelas. Dia memilih bersikap seolah tidak tahu, berjalan dengan anggun menuju lift yang membawanya ke ruangannya di puncak menara. Dari bal

