Butuh pertolongan

1495 Kata

"To-Tommy, ke-kenapa bisa kamu yang mengendarai taksi ini?" tanya Daania dengan bibir yang bergetar hebat, ia begitu gugup karena rasa takut yang menyelinap dalam benaknya. Pria itu menyeringai, lalu ia kembali mengalihkan pandangannya lurus ke depan agar dapat melihat pertigaan jalan di depan sana. "Kenapa? Kamu takut bertemu aku?" tanya Tommy dengan santai dan ia begitu senang melihat raut ketakutan Daania saat ini. Daania memejamkan kedua matanya dengan erat, ia menggelengkan kepalanya berulang kali. "Tommy, please... Jangan merencanakan hal jahat padaku. Kamu itu mau apa sih pakai jari supir taksi yang aku pesan segala?" tanya wanita itu dengan menahan suara isak tangis yang sudah menyesakkan dadanya. Kini ia duduk begitu rapat dengan pintu mobil, tangannya mengusap-usap handle pint

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN