Daania melangkah dengan perlahan saat menyusuri pelataran rumah menuju gerbang utama. Ia sengaja memesan taksi untuk pulang ke rumah sang Ayah, Daania tidak ingin menggunakan fasilitas dari Evans ketika suaminya itu masih marah padanya. "Nona, Anda mau kemana? Kenapa tidak diantar saja oleh Ted?" tanya salah satu petugas keamanan yang menjaga pos security. "Saya mau main ke rumah Papa, Pak. Saya naik taksi saja, kebetulan saya sudah memesannya, mungkin sebentar lagi taksinya sampai," jawab Daania dengan ramah. "Tapi kalau Tuan Evans tahu Nona pergi naik taksi, bisa-bisa kami semua kena hukuman, Nona." Wajah security itu nampak pucat pasi, benar-benar menunjukkan ekspresi takut. "Kalian tidak perlu takut ya, suami saya itu orang yang sangat baik, tidak mungkin dia akan menghukum kalian,

