"Saya dengar tadi kamu telepon Tommy, untuk apa kalian menjalin komunikasi lagi?" tanya Evans penuh selidik, sembari melangkah sejengkal demi sejengkal hingga langkahnya terhenti saat tubuhnya bertabrakan dengan tubuh Daania, jarak keduanya kini begitu rapat. Evans menunduk untuk menatap dalam mata Daania, sedangkan wanita itu mendongak untuk dapat menjangkau tubuh tinggi suaminya. "Vans, kamu jangan s-salah paham dulu ya. Aku bukan menerima telepon dari Tommy kok!" jawab Daania berkilah. "Oh, jadi kamu meragukan kesehatan telinga saya?" tanya Evans dengan tatapan yang semakin tajam hingga terasa sampai menusuk kedalaman jantung Daania. "Eng, enggak. Bukan begitu maksudku, Vans." "Kamu tahu kan saya tidak suka dengan yang namanya kebohongan, dan sekarang kamu sedang menambah list kebo

