Kedatangan Evans yang kembali ke dalam kamar disambut hangat oleh Daania, wanita itu kini merasa kondisi tubuhnya sudah jauh lebih baik, setelah ia selesai sarapan dan meminum beberapa vitamin yang diberikan dokter. "Hai Honey, kamu kemana saja sih? Kok baru kembali ke kamar?" tanya Daania dengan suaranya yang lembut, ia melangkah untuk mendekat ke arah Evans yang kini tengah menarik handle pintu ruang kerjanya. Evans tak menjawab pertanyaan Daania, guratan amarah masih nampak jelas menghiasi wajahnya. Namun, entah mengapa itu tak membuat Daania merasa takut, ia malah dengan berani menyentuh lengan Evans untuk menghentikan langkah kaki pria itu saat hendak masuk ke dalam ruang kerjanya yang kini pintunya sudah terbuka lebar. "Honey, jangan cuekin aku dong!" protes Daania saat pertanyaan

