Sedikit informasi

1392 Kata

Keesokan harinya, Daania terbangun saat seluruh tubuhnya terasa nyeri dan pegal-pegal. Ia membuka mata dengan perlahan, lalu mengerjapkannya beberapa kali, tangannya meraba sisi tempat tidur, berharap semalam Evans tidur satu ranjang dengannya. Namun, pikiran Daania tak sesuai dengan harapannya, ia tak menemukan keberadaan Evans di sampingnya, membuat Daania mengesah pelan. "Ah, ternyata Evans benar-benar masih marah, dia bahkan tidak sudi untuk tidur satu ranjang lagi bersamaku. Kalau sudah begini, apa jadinya bila Evans mengetahui bahwa Tommy adalah seseorang yang aku tinggalkan demi dirinya. Evans pasti akan semakin marah dan yang paling parahnya lagi jika dia akan pergi meninggalkanku." Daania kembali didera rasa cemas seperti semalam. "Ya Tuhan, apa yang harus aku lakukan? Bagaiman

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN