Judulnya memang main bola. Tapi auranya seperti sedang perang Baratayudha. Tegang sekali. Apalagi melihat tatapan kedua pria itu. Sangat sengit. Mereka bermain tanpa merasa lelah. Gilanya lagi, permainan berimbang. Belum ada satu pun yang berhasil memasukkan bola ke gawang lawannya masing-masing. Mereka seperti sedang duel dengan menjadikan bola sebagai alatnya. Lalu .... Dukk! "Aduh!" "Aldo?!" Aku memekik kaget saat melihat Aldo jatuh terkena tendangan bola cukup keras ke kepalanya. Segera aku berlari menghampiri Aldo yang tersungkur lalu pria itu terlentang dan mengatur nafas. "Do, elo gak apa-apa kan?" tanyaku cemas. "Hanya kena bola kok, jangan berlebihan!" Terdengar suara Pak Hen mendekat lalu mengambil bolanya. Aldo tersenyum geli sambil masih ngos-ngosan. "Hah, Hendri be