Hanya Bercanda, Ziya!

1033 Kata

"Ini, Pak!" Seseorang datang dan memberikan kotak putih ke Pak Hen. "Terimakasih." ucap Pak Hen. Lalu meletakkannya di depanku. "Apa perlu saya panggilkan dokter ke sini, Pak?" tanya pria itu lagi. Rasa-rasanya tidak mungkin kalau orang ini saudara Pak Hen. Dari cara bicaranya yang sangat hati-hati dan hormat sama Pak Hen malah seperti bawahan pada atasan. "Tidak perlu. Saya sudah ada yang merawat," Pak Hen melirikku sambil tersenyum. "Oh, siap, Pak. Kalau begitu saya kembali dulu." "Hm." Selepas kepergian pria itu, aku menatap Pak Hen yang mengipasi luka lecetnya. "Pak, jujur deh, itu siapa?" tanyaku. "Itu yang mana?" "Yang barusan nganterin obat." "Oh, kan sudah saya bilang saudara saya." "Ck, jangan bohong, Pak. Anda galak ya? Sampai segitunya komunikasi sama saudara. Pasti

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN