Memilih tinggal, tanpa peduli dengan luka yang akan dia terima berulang kali, ini adalah keputusan yang sangat luar biasa. “Aku tidak pernah bisa melepaskan cinta ini, aku tahu ini salah, Kirana. Tapi hatiku terasa sangat sakit, dan terluka. Aku salah karena tidak bisa mengambil keputusan dan masih memikirkan Mama dan Papa. Aku egois, jadi ijinkan aku tetap tinggal di sini.” Pinta pria itu padanya. “Aku bukan tahananmu lagi, Al.” Sahut Kirana dengan tatapan lekat-lekat. “Aku tahu, hubungan ini aku yang memilihnya.” Sahut pria itu lagi. Ali tetap tidak bersedia meninggalkan Kirana. Entah sampai kapan dia akan tetap seperti ini. Antara hidup dan mati dia sudah tidak bisa membedakannya. Hidup adalah tinggal di sisi Kirana, lebih dari itu dia merasa sudah kehilangan jiwanya. Sia-sia! “Aku sa