Keesokan harinya, Redy sudah bersiap untuk berangkat ke perusahaan. Pria itu kini sedang duduk di kursi meja makan. Sesaat dia melamun, setelah telepon Kirana dia matikan semalam. Ponselnya sendiri berdering nyaring. Redy beranjak bangun dari tempat tidurnya. Larasati sengaja menghubunginya agar Redy membangunkan Kirana. “Bangunkan wanita sialan itu! Suruh dia merawat putra kesayanganku! Gara-gara dia Ali masuk rumah sakit!” Teriak Larasati pada Redy. “Kirana sudah tidak berhubungan dengan putramu, dia milikku sekarang! Kamu harus mengurus putramu sendiri mulai sekarang! Jangan biarkan dia mengacau hubungan kami!” Balas Redy dengan nada geram. Redy segera memutuskan panggilan tersebut. Pagi ini, Kirana masih tertidur pulas di dalam kamarnya, beberapa jam yang lalu Redy juga tidak ingin