“Hanya apa, Kirana?” Redy masih menggenggam kedua bahu Kirana. Bukannya menjawab pertanyaan Redy, Kirana malah menundukkan wajahnya. “Sudahlah, jangan bahas ini lagi, makan saja.” Redy melepaskan genggaman dari bahu Kirana lalu mulai menyuap ke dalam mulutnya kembali. Sesekali pria itu melirik Kirana di sebelahnya. Kirana masih duduk diam menatap makanan di atas piringnya. “Om, Kirana mau ke kamar dulu.” Pamitnya seraya beranjak berdiri. “Tunggu!” Redy mencekal pergelangan tangan Kirana. “Aku ingin kamu menemaniku, kenapa malah pergi?” “Kirana hanya ingin tidur. Kenapa wajah Om Redy terlihat serius sekali? Bukannya seharusnya Om membiasakan diri tanpa Kirana, karena Om akan menikah dengan Nila.” Mendengar perkataan Kirana, Redy langsung menarik wanita itu agar duduk di atas pangku