Keluarga Andika nampak sangat bahagia bertemu dengan Kirana. Mereka sama sekali tidak menduga kalau pertemuan hari itu hanyalah sandiwara Andika untuk membuat mereka lega. Kirana dan keluarga Andika duduk di ruangan pertemuan. “Maaf sebenarnya, saya..” Kirana ingin mengatakan pada keluarga Andika kalau semua itu hanyalah salah paham. Dia tidak ingin semuanya terus berlanjut hingga menyebabkan dirinya kembali terjebak dalam kerumitan. “Kirana,” Andika menyela ucapan Kirana, pria itu memegang pergelangan tangannya sambil menatapnya dengan tatapan serius. Sampai keluarga Andika meninggalkan ruangan tersebut. Kirana baru bisa membuka percakapan. “Tuan Andika, ini tidak benar. Saya tidak bisa melanjutkan sandiwara ini. Maafkan saya, sebaiknya Tuan segera mencari wanita lain untuk masalah y