74. Pencarian

1751 Kata

Wajah Sean yang awalnya tampak sangat dingin tanpa ekspresi sedetik kemudian dia terlihat memasang senyuman begitu dia kembali membuka pintu perawatan Oceana. “Maaf Tante kalo saya perginya lama,” ujar Sean, dia berjalan mendekati Amira seraya tersenyum tipis. “tadi ada urusan sebentar.” “Nggak kok ... tante ngerti, bos muda kayak kamu pasti sibuk, kan?” Sean tidak membantah ataupun membenarkan. “Tante pasti capek, gimana kalo saya anterin Tante kembali ke hotel?” Amira menatap Sean seraya mengerutkan keningnya sejenak lalu kemudian menjawab pertanyaan Sean. “Nggak Tante nggak capek kok,” tolak Amira dengan halus. “Lagian Tante masih mau nemenin Oceana.” “Gapapa Tante biar saya anterin aja,” ujar Sean terkesan maksa, bukan apa-apa dia hanya ingin segera pergi mencari Oceana. “Mas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN