Bab 35

1486 Kata

Di belahan dunia lain, tepatnya di Negara Switszerland terlihat seorang wanita sedang duduk di balkon kamarnya dengan tatapan lurus ke arah depan. Wanita itu adalah Cahaya! Hari-harinya hanya ditemani oleh sepi dan dinginnya udara negara tersebut. Namun hal itu lebih baik daripada tinggal di negara yang hanya membuatnya terluka. Tangan Cahaya tidak berhenti mengelus perutnya dengan lembut. “Sayang, kamu sehat-sehat ya di perut Ibu! Ibu nggak tahu lagi kalau nggak ada kamu.” lirihnya Tiba-tiba Cahaya menginginkan makanan khas Indonesia yang pastinya akan sulit ia dapatkan di negara tempat tinggalnya sekarang. Cahaya menelan ludahnya kasar. Bahkan makanan tersebut seolah terlihat di depan matanya. Cahaya menunduk menatap perutnya yang sedikit menonjol karena perkembangan buah hatinya.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN