Bab 14. Perang Batin

1366 Kata

Bumi tertegun mendapati Vanya yang biasanya berdiri angkuh, kini justru melesap dalam pelukannya seperti anak kecil yang ketakutan. Ia bisa merasakan detak jantung Vanya yang berpacu liar di balik gaun tidurnya. Namun, baru saja Bumi hendak melangkah masuk untuk melihat apa yang terjadi di dalam, Vanya tiba-tiba melepaskan pelukannya. Wanita itu menghapus air matanya dengan kasar, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa harga dirinya yang tercecer. Matanya yang sembab beralih pada benda logam di tangan Bumi. "Itu... apa yang kamu bawa?" tanya Vanya, suaranya masih agak serak namun ia mencoba terdengar ketus. Ia sengaja mengalihkan pandangan dari kotak hitam di lantai yang baru saja menghancurkan mentalnya. Bumi mengangkat rantang itu sedikit, ada semburat merah di telinganya. "Ini... tit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN