Jerat 7

1610 Kata
"Ssshhttt, Ahhh... aku pengen di masukin, tidak kuat! " pinta Devina dengan liar nya, membuat Sean semakin merasa panas. " aku memang tidak punya alasan lagi untuk tidak menyentuh Tante Titik tapi yang untuk saat ini aku minta maaf, aku tidak bisa menyentuh tante, karena posisiku saat ini masih memiliki status sebagai Tunangan Shela, dan aku tidak mau menyakiti dia Sekalipun Aku tidak mencintai dia. " ujar Sean panjang lebar, karena Sean memang tidak ingin menyakiti orang yang mencintai dirinya kau meski Sean sadar kalau dirinya tidak mencintai Shela, tapi Sean tidak ingin menyakiti Shela, karena menurut sehat di dunia ini untuk mencari seseorang yang benar-benar sangat mencintai dirinya dengan tulus itu sangat sulit jadi setelah dirinya dicintai oleh Shela, Sean tidak ingin menyia-nyiakan Shela sebagai orang yang mencintai dirinya. " jadi kamu tetap ingin menjadikan saya sebagai tunangan kamu kamu tidak mau menerimaku, meski kamu sudah tahu kalau aku Dan Shela tidak memiliki ikatan apapun Hanya Sebatas tante dan keponakan saja? kamu juga tidak mau menerima cintaku Meski kamu tahu aku mencintaimu? " berbagai macam pertanyaan Devina lontarkan dengan nada yang terdengar begitu sangat kecewa karena memang Devina begitu sangat mencintai Sean , bukan hanya sebatas obsesi semata saja, membuat Sean yang mendengarnya merasa kebingungan, karena Sean sendiri memang begitu sangat menginginkan orang yang mencintai dirinya meski dirinya tidak mencintai orang tersebut tapi Sean pasti akan memiliki wanita yang telah mencintai dirinya. tapi sayang, wanita yang mencintai dirinya saat ini tidak hanya satu orang ,melainkan ada wanita lain yang mencintai dirinya, dimana Sean dibuat frustasi itu karena dua wanita itu merupakan anak dan juga calon ibu mertuanya, meski Sekarang Sean sudah tahu kalau Devina itu bukan ibu kandung Shela, tapi bukan berarti Sean bisa dengan begitu mudahnya melepaskan Shela begitu saja, karena Sean juga masih punya hati, dan tidak ingin menyakiti Shela begitu saja setelah mendengar tentang sebuah kebenaran yang menyatakan kalau Shela bukanlah anak kandung Devina. Sean yang merasa kesulitan untuk menjawab pertanyaan Devina memilih untuk meninggalkan Devina namun saat Sean ingin keluar dari rumah Devina, tiba-tiba langkah saya antar Ranti saat melihat Sheila pulang titik karena Rehan masih belum siap untuk menjawab setiap pertanyaan saya jika salah melihat dirinya ada di rumahnya tanpa sepengetahuan Sella, akhirnya Sean kembali masuk ke dalam rumah Devina, dan menarik Devina untuk bersembunyi di kamar tamu, meminta pada Devina agar tidak bersuara, Seraya mengatakan pada Devina kalau Sheila pulang. " untuk apa bersembunyi? Bukankah bagus Shella pulang, dan artinya kita tidak perlu bersikap seperti orang yang sedang menjalani hubungan secara sembunyi di belakang Shella . "ujar Devina " Aku tahu tante Devi begitu mencintaiku ,dan aku minta tolong pada Tante, beri aku waktu, karena aku tidak ingin menyakiti Shela . aku belum siap mengatakan yang sebenarnya pada Shela kalau Tante Devina menginginkan aku juga . jadi tolong beri aku waktu untuk berpikir, untuk memilih antara Tante atau Shela. "ujar Sean yang memang butuh waktu untuk berpikir, untuk memilih sebuah pilihannya antara Devina dan juga Shela, wanita yang sama-sama begitu sangat menginginkan dirinya, membuat Devina yang mendengarnya langsung tersenyum karena secara tidak langsung ia punya sedikit harapan untuk memiliki Sean jadi miliknya. "sekarang Shela pasti pulang hanya untuk mengambil sesuatu yang akan dibawa untuk pergi berkemah, aku mohon pada Tante, untuk tidak mengatakan kalau aku ada di rumah ini . "ujar Sean meminta pada Devina agar Devina tidak berkata jujur pada Shela, serta meminta Devina untuk keluar dari kamar tamu tersebut agar Shela tidak mencurigai keberadaan dirinya di kamar tamu. Devina pun keluar dari kamar tamu tersebut, dan Sean langsung mengirim pesan pada Shella, mengatakan pada Shela kalau dirinya sedang disibukkan dengan pekerjaannya dan meminta Shela untuk berhati-hati jika ingin berangkat berkemah, karena Sean juga sudah memberi Sheila izin. Shela yang baru masuk ke dalam rumah dan mendapat pesan masuk dari Sean langsung tersenyum, dan membahas pesan dari Sean dengan singkat saja , lalu kembali membawa langkahnya untuk menuju ke kamarnya, dan langkah Shela kembali langsung terhenti saat mendengar pertanyaan Devina. "bukankah kamu tadi Sudah berangkat, Lalu kenapa pulang lagi? " tanya Devina yang dengan cepat Shela langsung membalikkan badannya untuk menghadap pada Devina. "aku lupa tidak berpamitan pada Mama kalau aku mau pergi berkemah selama tiga hari. apa Mama tidak keberatan?" kata Shela yang langsung mendapat anggukan kepada cepat dari Devina . "selama ini Mama tidak pernah melarang Apapun yang kamu inginkan, Apa kamu ingin kamu lakukan asal kamu tetap berhati-hati ." jawab Devina yang membuat Shela langsung tersenyum , lalu membawa langkahnya menuju ke kamarnya, dan tidak berselang lama setelah kembali keluar dengan membawa tas brandednya, dan kali ini tas branded Sheila cukup besar, namun tidak mendapat teguran apapun dari Devina . Setelah Devina memastikan Shela sudah kembali pergi ,Devina kembali mendatangi kamar tamu di mana Sean berada, ingin memberitahu pada Sean kalau Shela sudah pergi. " ingat, kamu harus bisa membagi waktu, karena aku juga mencintaimu sama seperti Shela yang mencintaimu." ujar Devina setelah membuka pintu kamar di mana Sean berada . " aku pasti akan membagi waktu aku buat tante dan juga buat Shela, Tapi aku tidak bisa janji aku mampu untuk membagi waktu ku buat kalian, karena mimpiku selama ini cuma punya satu wanita, bukan dua wanita. " ujar Sean yang tidak bisa berjanji pada Devina kalau dirinya bisa membagi waktu untuk Devina dan juga Shella. sebenarnya meskipun Sean tidak mengucapkan janjinya atau memberikan kata pastinya kalau ia akan membagi waktunya untuk Devina dan juga Shella, sudah dipastikan Sean sudah menghianati Shella, karena secara tidak langsung ia memberikan ruangan atau memberi jalan untuk Devina masuk ke dalam hubungannya antara dirinya dengan Shela. Devina sendiri yang merasa tidak adil tetap ngotot meminta waktu Sean untuk dirinya, hingga membuat Sean mau tidak mau iya langsung menyetujuinya, karena ia harus buru-buru pergi, tidak ingin Shela mencurigai dirinya saat dia tahu kalau dirinya tidak ada di kantor. " Baiklah . Aku akan membagi waktuku buat tante dan juga Shela, asal tante tidak memberitahu masalah ini pada shela atau tidak membocorkan tentang hubungan ini pada Shela. sebenarnya kita memang tidak ada hubungan apapun tapi aku tidak mau tante bicara yang tidak tidak pada Shela , karena aku masih belum siap untuk mengakhiri hubunganku dengan Shela, ditambah lagi di Antara Aku Dengan Shela juga tidak terjadi masalah apapun, yang artinya tidak mungkin juga kan tiba-tiba aku memutuskan hubungan pertunangan ini secara tiba-tiba kalau tanpa alasan yang pasti. " ujar Sean yang membuat Devina langsung mendekati Sean dan memeluk Sean dengan begitu eratnya, Namun sayang, Sean tidak membalas pelukan Devina, karena otaknya masih tertuju pada Shella, yang entah kenapa dirinya merasa begitu sangat bersalah pada Shela karena merasa telah menghianati Shela. Padahal di antara hubungan dirinya dengan Shela terjadi itu karena keinginan Shela yang selalu ngotot ingin bertunangan dengan Shela hingga Sean menyetujuinya, dan Sean pun juga tidak merasa keberatan meski semuanya kehendak Shela, Sean tidak merasa keberatan untuk pertunangan dengan Shela, karena memang Sean lebih memilih dicintai daripada ia mencintai, karena jika hanya dirinya yang mencintai saja, maka rasa sakit yang dirasakan jika ada penghianatan diantara dirinya dengan Shela , pasti dirinya lah yang sangat tersakiti. namun meski begitu, Bukan berarti dengan begitu Sean bisa menyakiti Shela , memang Sean lebih memilih dicintai daripada dirinya mencintai, tapi Sean juga tidak akan menyakiti Shela karena dirinya tidak tersakiti. pada intinya, Sean tidak ingin ada yang tersakiti baik itu dirinya ataupun Shela. Devina sendiri tidak keberatan Sean tidak mengakhiri pertunangan nya dengan Shela, karena Devina mengerti, tidak mungkin juga Sean mengakhiri pertunangan mereka tanpa sebab seperti yang di katakan oleh Sean tadi. yang artinya, Devina harus sabar menunggu kapan waktu yang pas dan sesuai untuk menyaksikan Sean mengakhiri pertunangan nya dengan Shela. meski Sean tidak mengakhiri pertunangan nya dengan Shela, Devina akan tetap menganggap kalau Sean sudah mengakhiri pertunangan nya dengan Shela. "baiklah, kalau memang kamu tidak ingin mengakhiri pertunangan mu dengan Shela sekarang, aku tidak keberatan , asal waktumu tetap ada buat aku. aku mencintaimu, dan aku ingin memilikimu, Sean. " ujar Devina seraya mengelus d**a Sean dengan lembut, dan Sean juga tidak menolak sentuhan Devina, namun meski Sean tidak menolak sentuhan Devina, sekuat mungkin Sean menahan gejolak yang diciptakan oleh Devina, dan Devina sadar kalau Sean begitu kesulitan menahan diri untuk tidak tergoda setiap Devina menyentuh dirinya, tapi Devina terus menggoda Sean sampai Sean bilang berhenti, baru Devina menghentikan pergerakan tangannya menyentuh atau menggoda tubuh Sean. karena Sean sudah merasa aman, Shela juga sudah tidak ada, akhirnya Sean pun berpamitan untuk keluar dari rumah Devina dengan perasaan tenang dan tidak merasa takut lagi. " inilah yang aku harapkan . inilah yang aku impikan . inilah yang aku tunggu-tunggu Sean, yaitu bersama dengan dirimu . aku berjanji aku akan memilikimu seutuhnya. Aku berjanji aku akan membawa keberhasilan dalam merebut mu dari Shela. "gumam Devina dalam hati sambil terus menatap langit-langit yang ada di kamar tamu tersebut, merasa begitu sangat senang karena akhirnya ia dengan perlahan Bisa Memiliki Sean. Sean mulai keluar dari kamar tamu, dan Devina dengan mesra mengantar Sean untuk keluar dari rumahnya. Sedangkan Shela yang baru pergi dari rumahnya, Tiba-tiba ia teringat kalau dirinya belum mengambil berkas penting yang ingin ia bawa ke perkemahan nya. Dengan cepat Shela kembali memutar mobilnya untuk kembali ke rumah, mengambil sesuatu yang ia lupakan. "Sayang, jangan lupa, kalau bukan nanti malam, lusa kamu harus punya waktu untuk makan malam bersama. " ujar Devina sambil mengelus dan memeluk lengan Sean dengan penuh kemesraan, membuat Sean kembali harus berusaha menahan diri agar tidak tergoda, karena tidak di pungkiri, pesona Devina sungguh luar biar biasa dan sulit untuk ia tolak. "Kak Sean, Mama, apa-apaan ini? " tanya Shela dengan wajah penuh keterkejutan saat melihat sang mama memeluk mesra lengan Sean layaknya seorang kekasih, bukan seorang ibu mertua kepada calon menantunya.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN