Kak Sean, Mama, apa-apaan ini? " tanya Shela dengan wajah penuh keterkejutan saat melihat sang mama memeluk mesra lengan Sean layaknya seorang kekasih, bukan seorang ibu mertua kepada calon menantunya.
mendengar pertanyaan dari Shela yang secara tiba-tiba, baik itu Sean ataupun Devina, keduanya sama-sama terkejut dengan mendengar pertanyaan dari Shela yang secara tiba-tiba tersebut, pasalnya mereka sama-sama tahu kalau Shela sudah pergi dari rumah.
dengan terburu-buru Devina melepaskan tangannya dari lengan Sean yang sejak tadi memeluk lengan Sean, karena Shela sudah terlanjur melihatnya.
dengan langkah terburu-buru juga Shela mendekati Devina dan juga Sean, dan Sean berusaha untuk menahan rasa getaran di hatinya, takut Shela kecewa terhadap dirinya Karena dirinya telah mengkhianati Shela, yang sudah pastinya Shela kecewa karena dikhianati oleh Sean.
" Apa perlu aku harus minta penjelasan dari kalian atas apa yang aku lihat tadi? apa Mama atau kak Sean mampu memberiku penjelasan Apa arti pelukan tadi? Apa maksud dari sikap kalian tadi? " tanya Shela dengan nada bergetar menahan tangis, sungguh Ia tidak menyangka kalau pria yang ia cintai telah mengkhianati dirinya dan orang yang menjadi penghianatnya itu adalah mamanya sendiri, orang yang seharusnya mendukung hubungannya dengan tunangannya, justru dialah orang yang merebut tunangan dirinya.
" Sheila, aku bisa jelasin kok, semuanya tidak seperti yang kamu lihat. kamu salah paham dan aku bisa menjelaskannya . "ujar Sean mencoba untuk membela diri, meminta Shella agar tenang dan mendengarkan penjelasan dirinya, meski Sebenarnya apa yang Shela lihat itu memang benar adanya, dirinya memang sengaja dipeluk oleh Devina, dan dirinya juga tidak keberatan dipeluk oleh Devina, bukan karena faktor ketidaksengajaan, tapi Sean memang menikmati setiap sentuhan Devina, termasuk pelukan Devina seperti yang Shela lihat.
" Lalu seperti apa yang aku lihat kak? penjelasannya seperti apa yang ingin kak Sean Katakan padaku, Dan apakah Mama juga bisa menjelaskan Seperti penjelasan yang akan dijelaskan oleh Kak Sean? Katakan sekarang juga! " bentak Shela dengan air mata yang mulai membanjiri wajah cantiknya, membuat Sean langsung mendekati Shela, sungguh merasa tidak tega dirinya melihat wanita yang teramat mencintai dirinya menangis karena kesalahan dirinya.
Devina sendiri merasa terkejut karena dirinya kepergok mesra dengan Sean oleh Shela, namun bukan berarti ia merasa takut seperti yang dirasakan oleh Sean, takut Shela marah terhadap dirinya karena telah berusaha merebut Sean dari dirinya, justru Devina merasa begitu sangat santai dan bisa dikatakan saja dia merasa cukup senang kalau memang Shela mengetahui kalau dirinya menginginkan Sean. tapi karena Devina tidak mau egois, tidak mau melihat Sean merasa terpojok sendirian, akhirnya mau tidak mau ia mengikuti keinginan Sean untuk memberi sikap layaknya seorang ibu mertua kepada calon menantunya.
"Shela , Mama tidak tahu apa yang terjadi pada Mama , tiba-tiba saja mama benar-benar tidak punya tenaga, merasa tidak mampu untuk berdiri tanpa bantuan orang lain seperti biasanya. Makanya mama minta tolong Sean untuk datang ke sini, meminta agar Sean mengantar Mama ke rumah sakit, karena mama benar-benar tidak mampu untuk pergi ke rumah sakit sendirian, takut bahaya. memangnya kamu tega kalau sampai terjadi sesuatu pada mama karena memaksakan diri datang ke rumah sakit sendirian. Sebenarnya Mama juga kepikiran untuk minta bantuan kamu tapi karena kamu katanya ingin pergi berkemah, ingin bersenang-senang , mama tidak ingin mengganggu kesenangan kamu. karena Kebetulan juga Sean tidak menemani kamu pergi berkemah akhirnya Mama memutuskan untuk minta bantuan Sean. kalau memang kamu keberatan, mama minta maaf, tapi mama minta tolong, kamu tidak perlu menyalakan Sean atau marah pada Sean atas apa yang kamu lihat tadi, karena Sean memang tidak salah. ini sebenarnya murni kesalahan Mama . kamu bisa menyalakan Mama yang tiba-tiba tidak berdaya ini. "ujar Devina dengan nada yang terdengar begitu sangat sedih, menunjukkan sikap dirinya yang terlihat seperti orang menahan sakit , membuat Shela seketika menghentikan tangisnya, dan mendekati Devina, lalu menyentuh tangan Devina dengan penuh kelembutan.
"Mama sakit? kalau memang Mama sakit aku tidak jadi pergi Biar aku yang temani Mama." ujar Shela dengan nada yang terdengar begitu sangat khawatir, dan Sean tahu kalau Devina hanya pura-pura saja demi menyembunyikan sebuah kebenarannya dari Shella membuat Sean semakin merasa bersalah pada Shela karena kebohongan dirinya pada Shela semakin bertambah.
Devina yang mendengar ucapan Shella langsung menggelengkan kepalanya cepat, meminta Shella untuk segera pergi berkemah karena hari juga semakin siang, takut Shela ketinggalan teman yang lainnya.
"tidak apa-apa. mungkin Setelah Mama pergi ke rumah sakit , kondisi Mama jauh lebih baik . Kamu pergi saja untuk berkemah, dan maaf kalau mama mengganggu ketenangan kamu untuk bersenang-senang . "ujar Devina menunjukkan rasa bersalahnya pada Shela, seolah-olah dirinya sungguh merasa bersalah pada Shela karena meminta bantuan Sean untuk mengantar dirinya ke rumah sakit serta menunjukkan raut wajah yang benar-benar terlihat kesakitan.
" tapi bagaimana dengan kondisi Mama tanda tanya biar aku temani Mama saja. "kata Sheila ya masih mengkhawatirkan Devina, membuat Devina memperlihatkan Senyum paksanya.
"kamu tidak perlu mengkhawatirkan mama, mama bisa menjaga diri mama sendiri kok." ujar Devina mencoba untuk menenangkan Shela, yang sebenarnya kondisi Devina memang baik-baik saja
"tapi mama langsung kabari aku ya jika terjadi sesuatu pada Mama . biar aku temani mama. " ujar Shela yang masih mengkhawatirkan Devina, membuat rasa bersalahnya Sean terhadap Shela semakin bertambah.
"sudah kukatakan jangan khawatirkan aku . sudahlah, Pergilah. hati-hati di jalan dan segera kabari Mama jika sudah sampai." ujar Devina meminta Shella untuk segera pergi, yang dengan cepat dituruti oleh Shela, dengan cepat Shela masuk ke dalam rumahnya untuk mengambil sesuatu yang ingin dia bawa, lalu tidak berselang lama Shela Kembali keluar dan berpamitan lagi pada Devina dan juga Sean.
" kak Sean tidak keberatan kan bantuin aku untuk membawa Mama ke rumah sakit , karena kondisi mama tidak memungkinkan untuk pergi ke rumah sakit sendirian . aku mohon Tolong temani Mama untuk pergi ke rumah sakit ." ujar Shela dengan penuh permohonan dan tanpa merasa curiga atau tidak percaya pada apa yang dikatakan oleh Devina, hingga dengan penuh permohonan Shela meminta Sean untuk menemani Devina pergi ke rumah sakit , yang secara tidak langsung Shela benar-benar memberi jalan yang begitu mudahnya untuk Devina agar Devina semakin punya banyak waktu untuk bersama dengan Sean.
karena Sean melihat Shella begitu sangat percaya dengan kata-kata Devina, dengan refleksnya Sean menganggukkan kepalanya pelan dan terlihat jelas kalau Shela bisa pergi dengan tenang di saat mendengar kabar Kalau kondisi Devina tidak sedang baik-baik saja karena ada dirinya.
" sungguh luar biasa permainan tante untuk mengelabui anak tante sendiri . Aku tidak percaya kalau Tante akan setega ini pada Shella. "ujar Sean setelah melihat Shela benar-benar pergi dan hanya menyisakan mereka berdua saja .
mendengar ucapan Shela, Devina tersenyum lalu bersedekap d**a sambil menatap lurus ke depan seperti orang yang sedang memandangi kepergian Shela.
" kamu tidak tahu alasan pastinya kenapa aku setega ini padahal Shela selain karena aku mencintaimu . "ujar Devina tanpa membalas tatapan Sean .
" apapun itu alasannya, kalau memang Tante punya hati, tidak seharusnya tante Egois dengan merebut calon suami anak tante sendiri hanya karena punya alasan yang kuat untuk merebut aku dari Shella. "ujar Sean yang menurut Sean alasan apapun yang dimiliki oleh Devina itu sangat tidak penting jika memang Devina punya hati nurani agar tidak merebut dirinya dari Shella.
mendengar ucapan Sean, Devina menoleh pada Sean dan menatap Sean dengan tatapan horornya.
"silakan saja jika kamu keberatan untuk membagi waktu mu buat aku. jika kamu memang keberatan untuk membagi waktumu buat aku ,kamu tidak perlu membagi waktumu buat aku dan cukup fokuskan waktumu pada Shela. tapi kamu jangan terkejut jika aku tetap berencana atau punya banyak cara untuk membuatmu tidak berpaling dariku. "ujar Devina yang membuat Sean menggelengkan kepalanya pelan, tidak menyangka dengan sikap Devina yang begitu sangat tega terhadap Shela, padahal menurut Sean, Shela begitu sangat baik pada Devina . tapi tidak dipungkiri dirinya benar-benar sangat kesulitan untuk menolak pesona Devina yang melebihi anak remaja, saat Devina berusaha untuk menggoda dirinya. memang kalau dilihat dari bentuk tubuh atau dilihat dari perbedaan secara fisik antara Devina dengan Shela, Devina memang menang banyak. tubuh Devina benar-benar terlihat sangat sempurna tapi bukan berarti Sean akan memilih Devina karena tubuh Devina yang nyaris sempurna. Sean tidak tega Jika ia harus mengakhiri pertulangannya dengan Shela karena Shela memang selalu baik terhadap dirinya tidak hanya karena Shela mencintai dirinya, tapi selama mereka menjalani hubungan pertunangan, Shela tidak pernah menyakiti dirinya.
" tante, Aku tidak bilang kalau aku keberatan untuk membagi waktuku buat tante dan juga Sheila aku mah hanya saja Aku tidak percaya kalau Tante benar-benar sangat tega ingin merebut aku dari Sheila. memang tante Bukannya bukan dunia Sheila, tapi apakah tante tega merebut kebahagiaan orang lain, apalagi orang lain itu adalah masih bagian dari keluarga tante sendiri meskipun setelah itu bukan anak kandung tante. menurutku, jika memang tante punya hati nurani, tante pasti tidak akan tega untuk merebut kebahagiaan, karena tante tahu sendiri apa yang menjadi kebahagiaan sewa, yaitu bersama denganku ujar sayang panjang lebar, merasa tidak menyangka akan kesungguhan Devina untuk merebut dirinya dari Sheila titik mendengar ucapan sayang Devina mendesah kasar, lalu berdiri tepat di hadapan saya akan komat dan menggenggam tangan saya dengan penuh cinta kok mas serta menatap saya dengan tatapan begitu lekatnya.
" Sean, Aku tahu aku salah dengan apa yang aku lakukan saat ini pada salah titik tapi aku tidak bisa mengendalikan diriku yang begitu sangat mencintaimu titik mungkin kalau aku bisa mengendalikan diri untuk tidak mencintaimu, pasti sudah aku lakukan titik tapi aku semakin melupakan dan semakin menghapus rasa cinta ini, tekadku semakin kuat untuk memilikimu. katakan aku harus apa agar aku tidak dikenal sebagai wanita kejam Di Matamu karena aku berusaha merebut mu dari Sheila. katakan apa yang harus aku lakukan Dede "ujar Devina yang membuat saya juga merasa tidak tega untuk meminta Devina tidak merebut dirinya dari Shela, merasa frustasi dengan situasi saat ini, di mana Iya dicintai begitu besar oleh calon Mama mertuanya, dan dicintai oleh wanita yang saat ini telah menjadi tunangannya.
" aku juga tidak tahu tante harus melakukan apa, sementara diriku sendiri juga tidak bisa menolak pesona Tante ,Tapi aku juga tidak bisa membiarkan Shela terluka karena diriku. " ujar Sean yang memang merasa kesulitan untuk mencari solusi saat dirinya dicintai dua wanita sekaligus, yang mana dua wanita itu adalah calon mama mertuanya dan juga calon istrinya secara bersamaan. Sean bingung siapa yang harus ia pilih antara mama mertuanya dan calon istrinya, karena kedua wanita itu sama-sama mencintai dirinya.
" aku sudah belajar untuk menghapus rasa cinta ini Sean, sudah belajar melepaskan kamu untuk Salatin ya tapi aku tidak bisa sayang kok malah kontrol lalu mencintaimu, terlalu besar harapanku untuk memilikimu, terlalu tinggi keinginanku untuk menjadi kamu sebagai milikku seutuhnya. aku benar-benar tersiksa dengan cinta yang aku miliki buat kamu sayang titik aku benar-benar tersiksa dengan cinta ini. "ujar Devina sambil menangis dengan tepat berguncang hebat dalam pelukan Sean, membuat Sean semakin kuat memeluk Devina, berusaha menenangkan Devina, hingga tangis Devina mulai rendah, baru Sean melepaskan pelukan nya.
jujur saja, Sean tidak bisa menyalahkan Devina karena telah mencintai dirinya, karena cinta tidak bisa di paksakan, yang artinya, cinta yang dimiliki oleh Devina untuk dirinya murni dari hatinya, bukan karena Devina memaksakan diri untuk mencintai Sean.
"Sean, bisakah kamu melepaskan Shela demi aku. aku sangat mencintai mu, dan aku berjanji aku akan menjadi wanita yang kamu inginkan. tolong balas cintaku, dan lepaskan Shela demi aku....