"Sean, bisakah kamu melepaskan Shela demi aku. aku sangat mencintai mu, dan aku berjanji aku akan menjadi wanita yang kamu inginkan. tolong balas cintaku, dan lepaskan Shela demi aku. Aku Siap kapanpun menunggumu untuk melepaskan Shela, asal aku bisa memilikimu seutuhnya. " ujar Devina dengan penuh permohonan dan tanpa merasa bersalah atau bahkan dengan penuh egoisnya ia secara terang-terangan meminta Sean untuk melepaskan Shela, yang artinya Devina meminta Sean untuk mengakhiri pertunangan Sean dengan Shella.
" Tante Jangan Gila ya, Aku tidak ada masalah apapun dengan Shella, dan aku tidak mungkin mengakhiri pertunangan kami . sudahlah . Aku sudah memberikan waktuku untuk Tante juga seperti Shela, dan aku yakin seiring dengan berjalannya waktu secara perlahan tante bisa melupakan aku . " ujar Sean dengan penuh ketegasan ia menolak untuk mengakhiri pertunangan nya dengan Shela, membuat Devina yang mendapat penolakan keras dari Sean langsung terlihat begitu sendu.
"itu kalau aku bisa melupakanmu, lalu kalau aku tidak bisa melupakanmu, Bagaimana dengan cintaku, Bagaimana dengan nasibku kedepannya? " tanya Devina karena ia tidak mau tersiksa sendiri, Devina memang begitu sangat mencintai Sean, membuat Sean langsung terdiam saat dia sendiri juga tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaan Devina.
" Tante, semuanya Butuh waktu , semuanya hanya butuh proses. kita bisa menggunakan kesempatan waktu ini untuk saling meyakinkan diri kita sendiri. Tante bisa berusaha untuk melupakan aku dengan waktu yang kita miliki setelah ini, Dan aku juga berusaha untuk menolak pesona Tante, karena jujur saja aku juga tidak bisa mengendalikan diri kalau Tante terus menggodaku . jika suatu saat aku bisa mengendalikan diri dan tante juga bisa melupakan aku , maka semuanya kita akhiri saja, kita jalani kehidupan normal layaknya menantu dengan tunangan seperti pada umumnya. "ujar Sean yang membuat Devina langsung tersenyum.
" jadi kamu akan memperlakukan aku seperti pasangan, tidak menolak atau membiarkan aku untuk melakukan apapun yang aku inginkan terhadap mu? karena jujur saja, aku merasa kecewa saat mendapat penolakan dari kamu. aku tidak masalah jika waktu yang kamu berikan untuk dijadikan agar aku bisa melupakan kamu, karena aku yakin aku bisa memilikimu. jadi aku anggap waktu ini sebagai waktu untuk meyakinkan hatimu dan menguatkan cinta yang aku miliki buat kamu . dan aku tidak akan menganggap waktu ini untuk dijadikan sebagai waktu untuk melupakanmu. Aku juga merasa yakin bahwa aku bisa memilikimu, hingga waktu yang kamu berikan itu adalah waktu untuk menguatkan cintaku buat kamu bukan untuk melupakan kamu. " ujar Devina panjang lebar, dan Sean juga membiarkan apa yang akan dilakukan oleh Devina atau direncanakan direncanakan oleh Devina, tidak keberatan atas apa yang akan dilakukan Devina untuk dirinya, karena yang terpenting dirinya akan berusaha untuk menolak pesona Devina dan Devina sendiri juga akan mencoba untuk melupakan Sean seperti yang dikatakan oleh Sean, tapi Devina tidak akan memaksakan diri untuk melupakan Sean jika dirinya tidak bisa, yang artinya Devina akan mengikuti alur hatinya bagaimana kedepannya, apakah ia bisa melupakan Sean atau justru sebaliknya.
" Baiklah. tersera, seperti apapun hasilnya nanti , yang terpenting selama ke depannya ini, Tante bisa bersikap normal jika di depan Shela, karena aku tidak mau menyakiti Shella. Aku tidak akan membatasi sikap tante buat aku jika itu di belakang Shela, dan bisa mengendalikan diri jika di depan Shela. " ujar Sean memberi banyak peringatan terhadap Devine, yang dengan cepat Devina menganggukkan kepalanya siap menuruti setiap peringatan dari Sean, lalu kembali memeluk Sean dengan begitu manjanya, dan kali ini Sean membalas pelukan Devina dengan penuh kelembutan, tidak ada faktor keterpaksaan sama sekali, bahkan Sean sampai menikmati tubuh Devina dalam pelukannya dengan memejamkan matanya, membuat Devina semakin mengeratkan pelukan nya karena ia nerasa begitu sangat nyaman memeluk Sean.
"Bagaimana bisa aku menolak pesona calon mama mertuaku, hanya memeluk nya saja, aku sudah kehilangan akal sehatku. " gumam Sean dalam hati yang entah kenapa, ia begitu sangat kenikmatan saat memeluk tubuh Devina , merasa berbeda dengan rasa yang ia rasakan pada saat dirinya memeluk shella, yang mana saat ia memeluk shella, Sean merasa biasa saja, merasa tidak ada yang istimewa apalagi getaran di hatinya.
" sekarang tante istirahat ya, aku mau ke kantor. jaga diri baik-baik , dan jika ada sesuatu Segera hubungi aku . "ujar Sean sambil melepaskan diri dari tubuh Devina, hingga pelukan pun terlepas. dan Devina yang mendengar perkataan Sean yang menyuruh dirinya untuk istirahat bahkan dengan terang-terangan dan tanpa merasa terpaksa, Sean meminta Devina untuk segera menghubungi Sean jika terjadi sesuatu terhadap Devina, hingga membuat Devina merasa berbunga-bunga hatinya saat Sean memberikan perhatian yang lebih terhadap dirinya.
" Baiklah . hati-hati di jalan sayang . " ujar Devina Saraya mengelus wajah Sean dengan penuh kelembutan, bahkan sampai memanggil Sean dengan panggilan sayang, entah Kenapa Sean merasa dirinya sangat bahagia saat mendengar panggilan yang tidak biasa dari Devina, tidak merasa marah ataupun jijik saat Devina memanggil dirinya dengan panggilan romantis .
Sean menyentuh tangan Devina yang sejak tadi mengeluh wajahnya, lalu mengecup tangan Devina dengan lembut seperti seorang kekasih yang akan meninggalkan pasangannya setelah mengantarnya pulang .
Sean mulai melangkah untuk menuju ke mobilnya , dan Devina terus Melambaikan tangannya seperti seorang istri yang mengantar suaminya pergi bekerja.
" sial, Kenapa aku tidak bisa mengendalikan diri dan justru merasa sangat tenang saat berada di samping Tante Devina . harusnya aku menolak Setiap mendapat perlakuan manis dari tante Devina buat aku , karena aku ini calon menantunya, tapi sikap kami malah seperti seorang sepasang calon istri saja . "gumam Sean dalam hati, terus merutuki kebodohannya dan bahkan memukul kepalanya sendiri untuk menyadarkan dirinya bahwa apa yang ia lakukan untuk Devina ini adalah salah.
dengan langkah penuh kebahagiaan seperti anak remaja yang sedang jatuh cinta, Devina mulai membawa langkahnya masuk ke dalam rumahnya dengan perasaan bahagia setelah ia sudah tidak melihat mobil Sean lagi.
ternyata yang terlihat bahagia seperti orang yang sedang jatuh cinta itu tidak hanya Devina saja, tapi Sean juga senyum-senyum sendiri di dalam mobil sambil menyetir dan Sean melakukan itu tanpa sadar, yang secara tidak langsung ia menunjukkan rasa bahagianya setelah bertemu dengan Devina . ternyata kekuatannya untuk tidak menyakiti Shella juga begitu sangat kuat, hingga akhirnya tidak berselang lama ia senyum-senyum sendiri membayangkan Devina, tiba-tiba bayangan Devina buyar saat dia teringat akan Shela. Sean kembali menyadarkan dirinya dan meminta agar dirinya tidak menyakiti Shela, wanita yang begitu sangat mencintai dirinya dan tidak pernah membuat dirinya kecewa hingga senyuman yang sejak tadi membayangkan Devina seketika berubah menjadi datar kembali, wajah Sean sudah tidak terlihat seperti orang yang sedang jatuh cinta lagi setelah ia mengingat Nama Shela.
"Shela, maaf. Aku tidak ada niatan untuk mengkhianati kamu, menyakiti kamu, menyia-nyiakan cinta yang kamu miliki buat aku. aku juga tidak tahu kenapa aku tidak bisa menolak pesona Mama kamu kok mas sementara aku sudah punya kamu. aku benar-benar minta maaf titik tanda ketinggalan saya yang merasa bersalah pada Sheila, yang ternyata permintaan maaf saya untuk Sheila itu bersama dengan kata maaf juga dari Devina, di mana Devina juga mengucapkan kata minta maaf nya apa ada Sheila, hanya saja permintaan Devina berbeda dengan usaha yang di mana Saya merasa bersalah pada Sela, sementara Devina bukan merasa bersalah, tapi lebih ke mementingkan egonya Devina meminta maaf pada Sheila kalau dirinya tidak bisa menghentikan niatnya untuk tetap merebut seandari Shela.
" Shella, Mama minta maaf karena mama tidak bisa menghentikan keinginan Mama untuk tetap merebut Sean darimu. Mama tidak punya pilihan lain selain mama merebut Sean darimu. Apapun alasannya, Mama tidak akan pernah menghentikan niat Mama untuk merebut Sean darimu, Dan sekalipun kamu memberikan jalan yang lain agar aku tidak merebut Sean darimu, aku tidak bisa memilihnya, yang Aku pilih cuma Sean . " gumam Devina dengan nada yang terdengar begitu sangat pelan sambil mengingat nama Shella, yang ternyata sekalipun ia mengingat nama Shella, dan mengucapkan kata maafnya untuk Shella, ia tidak akan menghentikan niatnya untuk memiliki Sean dari Shela sendiri.
entah sebesar apa alasan Devina merebut Sean dari shella, hingga dengan begitu teganya dan bahkan tanpa merasa sedikit saja kasian pada shella untuk merebut Sean, padahal Devina tau, bahkan sangat sadar kalau shella begitu sangat mencintai Sean, tapi kenapa Devina masih tetap saja ingin merebut Sean dari shella, bahkan dengan tanpa perasaan, Devina meminta Langsung pada Sean agar Sean memutuskan hubungan pertunangan mereka.
Entah Devina akan masuk kategori kekejaman Seperti apa saat dirinya dengan begitu tanpa perasaan merebut calon suami dari anaknya sendiri bahkan menggunakan kesempatan saat ketidakberadaan Shela di rumah dijadikan kesempatan sebagai pertemuan antara dirinya dengan calon suami anaknya . Bagaimana tidak bisa dikatakan kejam, sebagai seorang tua atau sebagai seorang ibu, harusnya Devina mendukung hubungan pertunangan antara Sean dengan Shela, bukan malah merebut Sean dari Shela, yang tentunya itu sangat terdengar kejam karena Devina telah merebut Sean dari calon suami anaknya sendiri.
secara logika, di dunia ini ada banyak pria yang begitu sangat tampan , apalagi untuk mengincar pria kaya, itu sudah banyak, tapi kenapa yang diinginkan oleh Devina itu malah menginginkan Sean, yang sudah jelas-jelasin itu adalah calon anaknya sendiri. kenapa tidak mencari pria lain saja, karena Devina begitu sangat sempurna, dan tentunya begitu sangat mudah untuk mendapatkan pria muda apalagi pria kaya raya sesuai dengan yang diinginkan oleh Devina. tapi sayang, Devina malah menginginkan calon dari anaknya sendiri, Sepertinya di mata Devina, di dunia ini seorang pria muda yang kaya apalagi yang tampan hanya ada Sean saja, hingga Devina tidak bisa melihat banyaknya pria lain di luar sana untuk dijadikan sebagai pendamping. harusnya Devina mencari pria yang pas untuk dirinya, meski Sean sangat pas, setidaknya Devina bisa berpikir kalau itu tidak boleh terjadi, dimana Devina menginginkan Sean , harusnya Devina bisa mencari pria lain sesuai dengan yang di inginkan oleh Devina, apalagi Devina memiliki fisik yang teramat sempurna, tentu untuk mendaptkan pria seperti Sean itu sangat mudah bagi Devina.
sehat yang sudah disibukkan oleh pekerjaannya tiba-tiba ponselnya berdiri orang yang menghubungi dirinya itu adalah Devina, tapi ternyata orang yang menghubungi dirinya itu adalah agama yang entah kenapa senyum Sean tiba-tiba berubah saat melihat orang yang menghubungi dirinya itu adalah Sheila titik entah apa karena memang sejak tadi pagi saya memang merindukan Devina, sampai saat ada panggilan masuk pun saya menganggap kalau orang ini menjadi dirinya itu adalah Devina. dengan perlahan saya mulai menerima panggilan masuk dari Sheila, dan berusaha untuk memperlihatkan senyum termanisnya pemakaman panggilan itu merupakan panggilan video call.
"Halo Kak Sean. Maaf aku mengganggu Kak Sean, Aku cuma mau bilang kalau aku baik-baik saja di sini. " ujar Shela dengan percaya dirinya ia menganggap kalau Sean sangat merindukan dirinya atau mengkhawatirkan kondisinya, hingga tidak ditanya sekalipun, Shela memberitahu kalau kondisinya saat ini baik-baik saja.
Sean yang mendengar ucapan Shela langsung tersenyum kecut, karena ternyata ia mulai merasa menjadi laki-laki b******k yang tidak bisa memberi perhatian pada tunangannya, di mana Shella langsung memberitahu kondisinya sebelum ia tanya.
"baguslah. kalau memang kamu baik-baik saja. kedepannya kamu harus tetap baik-baik saja, dan pulang dalam kondisi baik-baik saja juga. jangan lupa terus beri aku kabar kau maaf karena aku tidak mungkin juga memberi kabar lebih dulu, aku tidak mau mengganggu waktu kamu saat bersenang-senang di sana . "ujar Sean dengan penuh kelembutan, dan Shella kembali tersenyum penuh cinta, dan Melambaikan tangannya tanda panggilan akan diakhiri. Sean membalas lambayan tangan Shella, dan panggilan pun berakhir.
setelah panggilan berakhir ,Sean kembali meletakkan ponselnya dan tidak berselang lama ponselnya ia letakkan di dekat laptopnya, pintu ruangannya pun terbuka dan datanglah seorang wanita yang berhasil membuat Sean selalu menganggap orang yang menghubungi dirinya itu adalah Devina . yah, orang yang datang ke ruangan Sean itu adalah Devina.
"Kenapa tante kesini? "tanya Sean yang langsung menutup laptopnya.
"Selain aku memberitahumu kalau aku bukan mama kandung Shela, aku ingin memberitahu suatu hal penting buat kamu, " kata Devina
"Hal penting apa itu, Tante? "tanya Sean penasaran.
"Ini." Kata Devina seraya menunjukkan sebuah pertunjukan yang secara live.
"Aku tidak menyangka, ternyata Bos ku sebodoh itu. Tuan Sean begitu bodoh percaya dengan kata demi kata yang kita rangkai dengan begitu rapinya. Kita harus menggunakan kesempatan ini untuk membuat Tuan Sean bangkrut." Ujar seorang yang ada di balik video yang sedang tayang secara live tepat di depan mata Sean, membuat Sean langsung mengepalkan tangannya kuat penuh amarah.